Senin, 06 Desember 2010

Cara makan orang korea


Peraturan meja makan :

-Orang korea biasanya makan dengan duduk di bantal(tampa kursi)pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyilang(menyila).

-Makanan dimakan dengan sumpit dari stainless steel(jeotgarak)dan sendok panjang(sutgarak).set sumpit dan sendok ini dimakan sujeo(gabungan sutgarak dan jeotgarak).namun sujeo dapat juga diartikan sebagai sendok saja.tidak seperti bangsa pengguna sumpit lain, orang korea sudah menggunakan sendok sejak abad ke-5 masehi.

-Tidak seperti orang jepang,mangkuk nasi dan sop tidak boleh beranjak dari meja makan dan mereka memakannya dengan sendok.banchan(lauk-pauk)dimakan dengan sumpit.

Peraturan yang umum biasanya sebagai berikut :

-Nasi untuk perorangan disediakan dalam manguk kecil yang lebi tinggi dari diameternya.sup hangat disediakan dalam mangkuk yang lebih lebar (disebelah kanan nasi).seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari panic besar ditengah-tengah meja.set sendok panjang steinless steel untuk nasi dan sup,dan sumpit untuk banchan(disebelah kanan sup.

-Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil.tergantung pada setiap rumah tangga,minuman bisa saja disediakan atau tidak disediakan.air es biasanya disediakan pada saat makan bersama keluarga.dalam lingkungan umum(restoran misalnya)disediakan air atau makanan tradisional.

Etika makan tradisional :

-Orang tua, yang dihormati, dan tamu harus diperlakukan dengan hormat dan mempunyai hak untuk memakan makanannya paling dulu. Bagi mereka ini, umumnya disediakan hidangan yang terbaik. Orang Korea tidak mengangkat mangkuk nasi dan sup mereka dari meja. Etiket mengharuskan mangkuk tetap di meja dan sendok/sumpit digunakan untuk menyuap makanan ke mulut. Mengangkat mangkuk dengan tangan dianggap tidak sopan, kecuali dalam beberapa keadaan yang cukup longgar, hal itu masih bisa diterima. Pada zaman dulu, kaum bangsawan (yangban) makan dengan meja yang mewah sementara kebalikannya, petani menikmati makanannya di tengah ladang.



Perilaku tidak sopan saat makan:

* Menghembuskan napas dari hidung ke meja,
* Mendahului makan sebelum orang tertua,
* Mendirikan sumpit atau sendok ke atas, karena melambangkan dupa yang dibakar saat upacara kematian,
* Menancapkan makanan dengan sumpit dan mengambil makanan dengan tangan (ada makanan yang boleh diambil dengan jari tangan, namun banchan tidak diperbolehkan),
* Menggunakan sumpit dan sendok pada saat bersamaan (hanya boleh dengan satu tangan),
* Menggunakan sumpit atau sendok dengan tangan kiri,
* Membuat suara berisik saat mengunyah makanan atau memukul mangkuk dengan alat makan,
* Mengaduk-aduk nasi atau sup dengan sendok/sumpit,
* Mengaduk-aduk lauk pauk dengan sendok/sumpit,
* Menyelesaikan makan terlalu cepat atau terlalu lambat,
* Minum minuman menghadap ke orang tua (Ini sangat tidak sopan, seseorang harus memutar posisi ke arah lain/sebelahnya)
* Menerima minuman dari orang tua dan dihormati dengan kedua tangan, seharusnya tangan kiri diletakkan ke dada dan tangan kanan memegang tempat minum/cawan saat minuman dituangkan.
* Dalam situasi informal, peraturan-peraturan ini kurang begitu penting. Dalam acara makan keluarga, anak-anak diajari oleh orang tua tentang cara dan etiket makan tradisional.
* Berbicara saat mengunyah makanan tidak apa-apa, selama mulut tidak dibuka. Adalah tidak sopan saat makan berbicara dengan mulut terbuka. Namun, jika berbicara saat makan, orang Korea terbiasa menjawab dengan hanya mengangguk-anggukkan kepala atau menyebut “mm” sebagai kata “ya” dan tidak membuka mulut. Menyantap/menyeruput sup dengan suara berdesis sangat dianjurkan. Orang korea akan memberi komentar terhadap tamu yang sangat diam saat makan (jika ia tidak bicara), supaya ia tidak terus berpacu menyantap makanan jika ia berhenti makan untuk berbicara.

Peraturan lain yang harus diingat adalah orang-orang tua atau yang dihormati tidak perlu harus mengikuti tata-cara itu, namun orang lain diharuskan. Ini dikarenakan hal terpenting dalam makan adalah menunjukkan rasa hormat dan sopan kepada yang berada diatas kita. Hal ini tidak berlaku saat makan sendirian atau dengan teman-teman.

Dalam makan malam tidak diharuskan menghabiskan semua porsi lauk pauk yang disediakan, namun nasi individual harus dihabiskan. Menyantap makanan terlalu cepat akan membuat tuan rumah berpikir bahwa makanan yang disediakan tidak cukup. Selain itu menyisakan lauk dalam jumlah banyak adalah tidak sopan karena dianggap membuang-buang makanan.

Pada saat di restoran, seorang Korea cenderung membayar semua makanan semua orang dalam suatu kelompok. Biasanya yang dibayari akan membayar saat makan selanjutnya. Banchan yang bermacam-macam biasa dipesan dan disajikan dalam porsi kecil dan akan dipenuhkan lagi jika sudah habis. Tidak apa-apa untuk meminta tambahan lauk.

0 komentar:

Poskan Komentar